Tanaman ini memiliki nama yang unik dan belum banyak yang mengenalnya. Padahal, tanaman ini sudah lama digunakan sebagai obat tradisional, bukan hanya dalam negeri, tapi juga luar negeri. Saat ini, tamanan ini mulai marak diperbincangkan dan digunakan karena khasiatnya yang dahsyat dalam memerangi kanker.

Typhonium divaricatum, begitulah nama ilmiah dari keladi tikus. Di Indonesia, tamanan ini dikenal dengan beberapa nama yang cukup unik. Ileus dalam bahasa Sunda, mentik dalam bahasa Jawa, sepa dalam bahasa Ternate. Beberapa masyarakat lainnya menyebutnya bira kecil atau ki babi.

Keladi tikus merupakan tanaman jenis semak yang tumbuh di tempat yang lembab. Tingginya bisa mencapai 20-30 cm dengan daun tunggal bewarna hijau dan berbentuk bulat runcing seperti jantung. Daun ini muncul dari umbi. Sedangkan mahkota bunganya berbentuk panjang kecil berwarna putih menyerupai ekor tikus. Inilah mengapa tamanam ini dinamakan keladi tikus. Sama seperti herba lainnya, tanaman ini memiliki rasa yang pahit, bedanya keladi tikus memiliki rasa yang hangat.

tikus-2970typhonium-flagelliforme.jpg

Khasiat kandungan keladi tikus

Memang belum banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kandungan dan senyawa dari keladi tikus serta bagaimana kandungan tersebut bermanfaat untuk kesehatan manusia. Namun penelitian dan rekam jejak penggunaan keladi tikus telah membuktikan kedahsyatan tamanan ini dalam menjaga kesehatan manusia.

Masyarakat di Asia Timur misalnya, telah menggunakan keladi tikus sebagai obat bisul. Biasanya ampas tanaman yang ditumbuk dan ditempelkan kebagian tubuh yang terluka akan mengakibatkan nanah keluar sehingga bengkaknya berkurang. Selain itu, sari tanaman keladi tikus juga digunakan untuk membersihkan racun, melancarkan kemih, menigkatkan nafsu makan, vitalitas bagi yang mudah lelah, serta membersihkan sistem pencernaan.

Sebagai tambahan, saat ini jenis tamanan ini mulai digunakan dalam pengobatan dan pencegahan kanker. Manfaat ini diperoleh dari senyawa RIPs (Ribosome Inactivating Proteins) yang mampu menonaktifkan sel kanker tanpa merusak jaringan sekitar dan memblokir  pertumbuhan sel kanker.

website rodent tuber.jpg

Keladi tikus dan kekuatannya dalam kalahkan kanker

Seperti yang sudah dikemukakan sebelumnya, belum banyak ditemukan senyawa aktif dalam keladi tikus. Akan tetapi, penelitian dan riset akan efek dari tanaman ini dalam mengatasi kanker sudah banyak dilakukan sejak dekade yang lalu.

Sebuah peneiltian pernah dilakukan olej Prof. Dr. Chris K.H, dan kawan-kawan dari University Sains Malaysia. Penelitiannya terhadap akar menemukan bahwa ekstarak akar keladi tikus sangat efektif dalam mengatasi kanker prostat. Di Universitas yang sama Chee Yan Choo meneliti ekstrak umbi dan daun keladi tikus. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa ekstrak kloroform umbi dapat menghambat 50% sel kanker. Sedangkan Choo Sheen Lai menemukan bahwa terdapat kandugan Fitol dalam tanaman keladi tikus. Fitol ini mamou melawan sel kanker dengan 2 cara yakni melalui antiproliferasi spesifik  dan melalui induksi apoptosis (bunuh diri sel kanker)

Sedangkan di Indonesia, beberapa peneliti juga menguji tamanan ini. Dyah Iswantini dari IPB menemukan ekstrak keladi tikus dengan air demineralisasi dapat menghambat 76,1 % enzim trosin kinase. Enzi mini dipercaya sebagai pemicu perkembangan kanker. Tidak jauh berbeda, Peni Indrayudha dari Universitas Muhammadiyah Surakarta menemukan bahwa ekstra daun keladi tikus menggunakan natrium klorida akan menghasilkan RIPs yang dapat memotong rantai DNA sel kanker sehingga sel kanker gagal berkembang.

Selain penelitian tadi, testimoni dari beberapa pasien kanker yang mengikuti terapi keladi tikus mengakui bahwa kesehatan mereka membaik setelah mengkonsumsi herba ini. Bukan itu saja, keladi tikus juga membantu mengatasi efek buruk dari kemoterapi. Oleh karenanya tak mengherankan bila saat ini obat berbahan dasar herba ini mulai banyak dipasaran. Kanker payudara, leher Rahim, hemorgioma, abses payudara, radang kelenjar limpa, dan luka berdarah merupakan sebagian dari sejumlah penyakit yang dapat diatasi obat herba ini

Fakta

Kandungan Ribosome Inactivating Proteins (Rips) merupakan senyawa yang ada dalam keladi tikus yang membunuh sel kanker (sel abnormal) tanpa merusak sel jaringan normal, serta mampu mencegah pertumbuhan sel kanker.

Cara mengolah keladi tikus

Semuah bagian dari tanaman ini dapat digunakan sebagai obat tradisional. Biasanya keladi tikus dimanfaatkan dalam keadaan segar dan bilapun diolah harus langsung habis. Tidak boleh disimpan walaupun didalam lemari es. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa racikan keladi tikus tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Seseorang yang baru saja operasi tidak boleh langsung mengkonsumsi keladi tikus. Minimal menunggu 2 minggu terlebih dahulu. Selain itu untuk menghaluskan tanaman ini harus ditumbuk dan bukannya diblender. Saat menumbuknya pun harus hati-hati agar tidak mengenai mata. Bila tangan terasa gatal setelah menumbuk keladi tius segeralah cuci tangan dengan air gula.

Setelah diolah, racikan harus langsung diminum habis, dan tidak perlu disimpan dilemari es karena keladi tikus ini mudah busuk. Racikan keladi tikus ini sebaiknya diminum 1 jam sebelum makan. Efek dari mengkonsumsi herba ini adalah rasa mual, lesu, dan diare diawal-awal konsumsi.

Advertisements