Penuaan dan penyebabnya

Secara teoritis, tubuh kita berada di puncak “dalam segala bidang” pada usia antara 25 hingga 35 tahun. Tanda-tanda penuaan mulai terlihat sejak umur 35 tahun. Pada usia ini kulit mulai mengendur, memori ingatan juga sudah mulai menurun. Pada usia 50 hingga 60 tahun otak mulai menyusut, pendengaran dan penglihatan juga sudah mulai berkurang, persendian menjadi kaku, efisiensi gerak jantung dan paru-paru mulai mengurang. Sementara disisi lain, penyakit, kurangnya aktivitas gerak, dan penurunan kemampuan mental tidak dapat dihindari ketika usia sudah merambah semakin senja.

Penuaan yang terjadi pada diri kita adalah proses alamiah, tetapi pada kenyataanya terjadi proses percepatan penuaan yang disebabkan oleh faktor-fakto lain. Misalnya lingkungan disekitar kita yang sudah terpolusi, baik udara, air, makanan, minuman dan faktor-faktor lain. Ini semua memegang peranan karena itu mau tidak mau kita harus mengubah kondisi ini untuk menjadi murni seperti sedia kala atau setidaknya berusaha meminimalisir terjadinya polusi.

Selain itu, terkadang kita melakukan aktivitas tanpa kita sadari ternyata dapat mempercepat datangnya penuaan. Aktivitas atau kebiasaan-kebiasaan tersebut terkadadang berupa sesuatu yang menyenangkan buat kita dan ketika tidak melakukannya seakan-akan merasa ada sesuatu yang hilang.

483-anti-aging-eye-creams-that-work1.jpg

Terlepas apakah cerita tentang Tirto Sari di Magetan Jawa Timur, di mana orang-orang mencuci mukanya dengan air terjun dan orang Mesir berendam dalam lumour demi mendapatkan kulit yang tetap kencang atau awet muda hanyalah fiktif belaka atau kenyataan. Ataukah hanya misteri sebuah kehidupan? Mari kita cari tahu yang sebenarnya.

Sejak zaman dahulu, keinginan untuk tetap tampil muda dan sehat muncul dan selalu diimpikan oleh banyak orang. Tidak mengherankan jika sampai saat ini keinginan itu masih tetap diupayakan, dicari-cari cara yang terbaik hingga kenegeri seberang. Upaya-upaya yang dilakukan memang akan menjadi sangat berarti sebab aura seseorang memang lebih enak dipandang jika kelihatan muda. Para ahli media dan bioteknologi juga merasa termotivasi untuk menyibak misteri menunda penuaan tersebut. Sebenarnya kunci untuk mewujudkan itu semua terletak pada pola kehidupan kita sehari-hari.

Proses penuaan terjadi dalam beberapa tahap atau fase. Dari fase-fase tersebut akan Nampak perubahan sedikit demi sedikit pada diri seseorang. Mulai dari kulit hingga semakin berkurangnya produktivitas dasi masing-masing organ tubuh.

Fase pertama adalah subklinikal yang terjadi pada usia 25-35 tahun. Pada fase subklinikal ini, hormone seseorang mulai mengalami penyusutan dan semakin berkurang produksinya. Penurunan tersebut sampai pada angka 14% ketika seseorang memasuki usia ke-35 tahun. Di fase ini mungkin orang akan terlihat biasa-biasa saja dan tampak sehat.

Padahal kerusakan sel sudah mulai menyerang. Semua itu disebabkan oleh banyak faktor seperti polusi udara, diet yang tak sehat, dan stress. Semuanya itu merupakan serangan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh.

Fase kedua adalah fase trasisi, yakni ketika menginjak tahun 35-45 tahun. Penurunan hormon secara drastis pada fase ini mencapai 25 % sehingga tubuh mulai mengalami kerutan-kerutan tanda penuaan. Memang sepintas  dapat dibilang agak dilematis bagi orang yang seusia tersebut sudah mengalami penurunan hormon yang signifikan. Pada fase ini seseorang memiliki resiko besar terserang penyakit kanker sebagai akibat dari pola hidup yang tidak sehat sewaktu muda.

Ayu Safitri-Rahasia Cantik Luar Dalam

Advertisements