Bawang putih merupakan jenis tanaman yang berbentuk umbi-umbian. Tanaman ini banyak ditaman diladang-ladang didaerah pegunungan yang cukup mendapat sinar matahari. Batangnya semu dan berwarna hijau. Bagian bawahnya bersiung-siung, bergabung menjadi umbi besar (lapis) berwarna putih. Tiap siung terbungkus kulit tipis dan kalau diiris baunya sangat tajam. Daunnya berbentuk pita (pipih memanjang), bagian tepinya rata, ujung runcing, beralur, dan berakar serabut. Bunganya berwarna putih, bertangkai panjang dan berbentuk payung.

Tanaman ini dikenal dengan nama ilmiah allium sativum. Pada setiap daerah di Indonesia, bawang putih mempunyai sebutan berbagai macam. Misalnyna di daerah Sumatra dikenal dengan nama lasun (Aceh), dasun (Minangkabau), lasuna (Batak), dan bacong landak (Lampung), Sementara itu di Pulau Jawa, bawang putih dikenal dengan sebutan bodas (Sunda), Bawang (Jawa) dan bab pole (Madura)

Banwang putih menghasilkan bau yang sangat khas. Bawang putih lebih dikenal sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai bumbu masakan. Padahal, banyak fakta ajaib yang terdapat dalam bawang putih yang belum diketahui. Bawang putih mempunyai berbagai kandungan dan fungsi yang sangat baik apabila dikonsumsi. Kadar air yang cukup tinggi ditemukan dalam beberapa jenis bawang yaitu sekitar 63-90ml dengan komponen utama berupa protein, karbohidrat dan lemak.

garlic-season-2015.jpg

Organosulfida – melawan kanker

Bawang juga mempunyai kandungan untuk memerangi kanker, terutama kanker perut dan usus besar. Organosulfida yang terkandung dalam bawang putih membantu memproses senyawa kimia racun, termasuk senyawa kimia yang menyebabkan kanker. Beberapa penelitian epidermologis menunjukkan bahwa orang yang banyak mengkonsumsi bawang putih lebih rendah resikonya terkena kanker perut dan usus besar. Agar kita mendapatkan hasil maksimal, peneliti dari Penn State University merekomendasikan untuk membiarkan potongan atau tumbuhan bawang putih paling sedikit 10 menit, memberi waktu bawang putih itu membentuk kandungan-kandungan yang membantu memerangi kanker.

Mengurangi resiko komplikasi pre-eklampsia

Riset menunjukkan bahwa mengonsumsi bawang putih selama kehamilan mengurangi resiko komplikasi kehamilan pre-eklampsia (meningkatkan tekanan darah kandungan protein dalam urine). Studi-studi juga mengungkapkan bahwa bawang putih juga membantu menaikkan lambatnya berat badan bayi yang terlalu kecil. Riset yang dilakukan oleh dr. D. Soorana, Ms J. Hirani dan dr. I Das di Academic Department of Obsterrics dan Gynaecology, Chlesea dan Westminster Hospital di London UK, mereka meyimpulkan bahwa walapun pre ekslampsia dan kelambatan pertumbuhan merupakan kondisi selama masa kehamilan dapat mengurangi kemungkinan-kemungkinan komplikasi pada kelahiran. Mereka memfokuskan pada kelambatan pertumbuhan bayi dan pre-eklampsia, kondisi yang sangat berbahaya bagi ibu dan anak yang terjadi pada kira-kira satu diantara sepuluh kehamilan.

Eksperimen menunjukkan bahwa menambahkan ekstrak bawang putih pada sel-sel plasenta yang kemungkinan menderita kondisi-kondisi tersebut tersebut dapat menstimulasi pertumbuhan. Lebih jauh lagi, kegiatan enzim-enzim penting yang berkurang pada kehamilan tidak normal juga sangan meningkat dengan diberikannya bawang putih.

Senyawa ajoen- penurun kolesterol

Konsumsi bawah putih setengah sampai satu siung sehari secara terus menerus selama satu bulan mampu menurunkan kolesterol sebanyak 9%. Sebaiknya kita harus memperhatikan dosisnya. Mengkonsumsi lebih dari tiga siung setiap hari dapat menimbulkan diare, kentut, sebah, dan demam. Bahkan bisa memunculkan peradangan lambung.

Salah satu zat antikolesterol paling kuat pada bawang putih adalah ajoene. Senyawa ini juga dapat mencegah penggumpalan darah. Meskipun bawang putih dimasak, kandungan senyawa ini tidak rusak.pada 1981, peneliti sari pusat riset obat-obatandi Tagore Medical College, India, melaporkan efek bawang putih mentah dan goreng yang diujicobakan pada 20 pasien dengan riwayat penyakit jantung. Menurut laporannya, terdapat pengurangan kecenderungan pembentukan bekuan darah mereka. Ini juga ditunjukkan oleh aktivitas fibrinolitik yang meningkat. Penelitian juga mengemukakan khasiat memang sedikit berkurang bila bawang digoreng, tapi tak terlalu bermakna, jadi pandangan umum yang menyatakan bawang putih akan kehilangan efeknya bila dimasak adalah salah.

Khasiat bawang putih juga bergantung pada tempat tumbuhnya. Bawang putih yang tumbuh didaerah kaya akan selenium akan mengandung selenium yang tinggi pula sehingga manfaatnya sebagai obat anti penuaan akan lebih terasa.

elephant-garlic-july-2010-2

Cara mengolah bawang putih

Bagian yang perlul dikonsumsi dari bawang putih adalah akarnya yang berbentuk umbi lapis. Bagian tersebut memiliki bau yang tajam dan dilapisi kulit tipis. Cara pengolahannya biasanya dicampur dengan bumbu –bumbu masakan lainnya dalam satu masakan. Disamping itu juga bisa dicampur dengan rempah-rempah lain apabila digunakan sebagai obat atau jamu. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan manfaat bwang putih maka banyak produsen menciptkan inovasi lain dari bawang putih. Misalnya bawang putih dibuat dalam bentuk tablet dan juga penggunaan bawang putih dalam bentuk tepung.

(Hartanti Sulihandri.)

Advertisements